Halo, saya

Abdul Rohmat

10+ Years in Marketing.
Now Building with AI.

Marketing practitioner, business developer & AI enthusiast dengan pengalaman 10+ tahun di bidang marketing, sales, business development, dan pengembangan sistem penjualan.

Berpengalaman di berbagai industri seperti property, pendidikan, agribisnis, konstruksi, dan organisasi sosial, termasuk pengalaman profesional yang berkaitan dengan Jepang.

Sekarang saya memadukan pengalaman tersebut dengan AI untuk membangun website, aplikasi, automation, dan produk digital — sekaligus membagikan proses belajar dan praktiknya melalui Career Code Club.

Foto Abdul Rohmat, pendiri Career Code Club
Tools & technology

Tools yang saya gunakan untuk membawa ide menjadi produk.

Saya menggunakan kombinasi AI, coding, dan berbagai development tools untuk mempercepat proses dari ide → prototype → testing → product.

Claude Code
ChatGPT / Codex
Gemini & AI Studio
n8n
Meta Ads
HTML & CSS
JavaScript
Capacitor
Vercel
Netlify
Automation Tools

Bagi saya, tools hanyalah alat.

Yang terpenting adalah apa yang kita bangun dan masalah apa yang kita selesaikan.

Tentang saya

Dari marketing, sekarang membangun dengan AI.

Saya percaya pengalaman bisnis dan teknologi bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat.

Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia marketing dan business development, saya mulai semakin serius mempelajari AI dan bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang nyata.

Bukan hanya untuk mencari informasi atau membuat konten. Tetapi untuk membangun website, aplikasi, automation, prototype, dan berbagai produk digital.

Sekarang saya banyak belajar dengan cara membangun langsung, menguji ide, memperbaikinya, lalu membagikan apa yang saya pelajari kepada orang lain.

Career Code Club

Belajar, membangun, lalu membagikannya.

Sejak Desember 2025 hingga sekarang, saya aktif mengembangkan Career Code Club, komunitas belajar AI dan digital skill.

Saat ini Career Code Club telah memiliki 850+ anggota dengan jaringan dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang.

Di sini saya membagikan pembelajaran praktis seputar:

AIWebsiteAplikasi AutomationDigital MarketingAI untuk Bisnis

Pendekatan yang saya gunakan sederhana: tidak hanya belajar AI, tetapi menggunakan AI untuk menghasilkan sesuatu.

Karya pilihan

Beberapa hal yang sudah saya bangun.

Mulai dari website bisnis, landing page, company profile, website property, aplikasi sederhana, dashboard, hingga prototype produk digital.

Sebagian dibuat untuk kebutuhan bisnis. Sebagian untuk eksperimen. Sebagian untuk belajar. Dan sebagian digunakan sebagai studi kasus di Career Code Club.

Saya menikmati proses mengubah sebuah ide sederhana menjadi sesuatu yang bisa dilihat, digunakan, dan diuji.

Aplikasi & project lain

Tidak semuanya berupa website.

Saya juga bereksperimen membuat aplikasi sederhana, dashboard, tools internal, materi interaktif, dan berbagai prototype berbasis AI.

Tidak semua project harus menjadi produk besar.

Kadang sebuah aplikasi kecil yang menyelesaikan satu masalah dengan baik sudah punya nilai yang besar.

Tiga layar aplikasi Jatah Harian: beranda, chat, dan profil

Jatah Harian

Aplikasi web + Android
Layar aplikasi Cepat Cakep: saldo kredit dan pilihan model AI

Cepat Cakep

Generator video & gambar AI
Tiga layar aplikasi Ganbatte Nihongo: kanji, percakapan, dan kosakata

Ganbatte Nihongo

Latihan bahasa Jepang N5–N4
prototype
Mockup landing page kelas versi Zoom

Kelas versi Zoom

Landing page kedua
Mockup dashboard rekrutmen kerja ke Jepang

Dashboard rekrutmen

Kandidat & job order ke Jepang
internal
Mockup e-course membuat website dengan AI

E-course 25 modul

Bikin website dengan AI sampai live
peserta
Poster iklan

Desain poster untuk Meta Ads.

Enam poster untuk kampanye kelas Jagoan Website. Pesannya satu, sudut pandangnya dibuat berbeda-beda — supaya bisa diuji mana yang paling menahan jempol di feed.

Poster iklan: dari ide sampai punya website sendiri
Sudut: dari ide jadi nyata
Poster iklan: dalam 3 jam buat website usahamu sendiri
Sudut: pemilik usaha kecil
Poster iklan: tiga jam satu website sampai online
Sudut: 3 jam sampai online
Poster iklan: saya gaptek, bisa bikin website?
Sudut: keberatan “saya gaptek”
Poster iklan: punya usaha tapi belum punya website
Sudut: usaha belum dikenal
Poster iklan: satu kelas, banyak hasil website
Sudut: hasilnya bisa dilihat
Kelas & cara saya melihat AI

Tiga jam, satu kelas, satu aplikasi peserta jadi.

Kelas Career Code Club dibuat dengan pendekatan learning by building. Peserta tidak hanya mendengarkan teori atau melihat demo — mereka ikut membangun langsung menggunakan AI, mulai dari ide, prompting, pembuatan tampilan, sampai melihat hasil yang bisa mereka gunakan sendiri. Banyak yang datang tanpa background IT atau programming, dan tetap pulang membawa sesuatu yang sudah jadi.

  • Datang membawa rasa penasaran. Pulang membawa sesuatu yang sudah jadi. Itu satu-satunya ukuran keberhasilan yang saya pakai untuk kelas ini.
  • Bukan sekadar melihat orang lain membuatnya. Mereka membuatnya sendiri. Peserta yang mengetik dan memutuskan; saya dan tim yang memandu sampai jalan.
  • “Saya bisa menggunakan AI.” → “Saya bisa menghasilkan sesuatu menggunakan AI.” Target saya bukan menghafal banyak tools — tools akan terus berubah. Yang dilatih: melihat masalah, memikirkan solusi, lalu menghasilkan sesuatu yang benar-benar bisa dipakai.

AI bukan tujuan. AI adalah leverage.

Orang yang memahami bisnis, konsumen, marketing, dan problem solving sekarang bisa mengeksekusi ide jauh lebih cepat. Sesuatu yang dulu membutuhkan banyak orang dan waktu kini bisa diuji lewat prototype dalam hitungan jam atau hari. Seberapa jauh satu orang bisa menghasilkan sesuatu dengan bantuan AI? Itu pertanyaan yang terus ingin saya eksplorasi.

Kata mereka

Cerita dari mereka yang sudah mencoba.

Yang paling menarik bagi saya bukan berapa banyak tools yang berhasil diajarkan, tetapi ketika seseorang yang tadinya merasa “saya bukan orang IT” atau “saya tidak bisa bikin website” akhirnya melihat sesuatu yang mereka bangun sendiri. Kutipan berikut diambil apa adanya dari balasan WhatsApp peserta; sebagian ditampilkan tanpa nama.

WhatsApp

Pada saat zoom saya hanya menyimak saja, penjelasan mudah diterima dan dipahami, banyak diskusinya jadi memudahkan. Setelah selesai zoom baru mencoba step by step — alhamdulillah sudah bisa jadi aplikasinya.

Peserta kelasBikin Aplikasi — APK-nya jadi
WhatsApp

Yang kemarin sudah berhasil buat APK dan sudah dipasang di HP juga, sudah jalan lumayan ok. Cuma maklum saya nggak ada background IT.

Peserta kelasBikin Aplikasi — tanpa latar IT
WhatsApp

Wah mantap materinya, diajarin buat aplikasi full praktek. Yang lebih enaknya lagi bisa tanya langsung saat dalam kelas, dan ada grup supportnya. Saya sebagai perusahaan jasa upload aplikasi dan branding aplikasi, sangat mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

S
Syaiful RohmanJasa upload & branding aplikasi
WhatsApp

Alhamdulillah, setelah ikut zoom jadi paham step by step-nya buat aplikasi, sangat mudah. Sebelumnya pernah coba-coba sendiri hasilnya kurang memuaskan, tapi dengan panduan di zoom kemarin jadi lebih baik dan banyak trik baru yang saya pelajari.

Peserta kelasBikin Aplikasi — pernah coba sendiri
WhatsApp

Sangat membantu, mendapat banyak insight, banyak teman, menunggu program berikutnya.

Peserta kelasBikin Aplikasi — live Zoom 3 jam

Pekerjaan saya jauh lebih terbantu — dari administrasi dan surat-menyurat, penjadwalan karyawan dan laporan, sampai membuat aplikasi web data karyawan. Setelah belajar AI, saya lebih diperhatikan oleh atasan!

Foto Pak Suharmanto
Pak SuharmantoKepegawaian — Kemenag Kendari

Setelah belajar AI, saya bisa lebih cepat mencari ide konten, membuat deskripsi produk, dan membalas pertanyaan pelanggan. Operasional usaha jadi lebih efisien dan promosi terasa lebih terarah.

Foto Muhammad Ali Yafi
Muhammad Ali YafiPengusaha thrifting — Surabaya

AI membantu saya menyusun ide promosi dan konten edukasi yang lebih menarik. Saya jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus mengembangkan produk dan melayani pelanggan.

Foto Yuni Wulandari
Yuni WulandariOwner Loosa — minuman sehat
Kontak

Punya ide yang ingin diwujudkan?

Saya terbuka untuk berdiskusi tentang AI, marketing, website, aplikasi, automation, digital product, workshop, maupun kolaborasi. Tidak harus langsung menjadi project besar — kadang semuanya dimulai dari satu percakapan sederhana.