Abdul Rohmat
Now Building with AI.
Marketing practitioner, business developer & AI enthusiast dengan pengalaman 10+ tahun di bidang marketing, sales, business development, dan pengembangan sistem penjualan.
Berpengalaman di berbagai industri seperti property, pendidikan, agribisnis, konstruksi, dan organisasi sosial, termasuk pengalaman profesional yang berkaitan dengan Jepang.
Sekarang saya memadukan pengalaman tersebut dengan AI untuk membangun website, aplikasi, automation, dan produk digital — sekaligus membagikan proses belajar dan praktiknya melalui Career Code Club.
Tools yang saya gunakan untuk membawa ide menjadi produk.
Saya menggunakan kombinasi AI, coding, dan berbagai development tools untuk mempercepat proses dari ide → prototype → testing → product.
Bagi saya, tools hanyalah alat.
Yang terpenting adalah apa yang kita bangun dan masalah apa yang kita selesaikan.
Dari marketing, sekarang membangun dengan AI.
Saya percaya pengalaman bisnis dan teknologi bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia marketing dan business development, saya mulai semakin serius mempelajari AI dan bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang nyata.
Bukan hanya untuk mencari informasi atau membuat konten. Tetapi untuk membangun website, aplikasi, automation, prototype, dan berbagai produk digital.
Sekarang saya banyak belajar dengan cara membangun langsung, menguji ide, memperbaikinya, lalu membagikan apa yang saya pelajari kepada orang lain.
Belajar, membangun, lalu membagikannya.
Sejak Desember 2025 hingga sekarang, saya aktif mengembangkan Career Code Club, komunitas belajar AI dan digital skill.
Saat ini Career Code Club telah memiliki 850+ anggota dengan jaringan dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang.
Di sini saya membagikan pembelajaran praktis seputar:
Pendekatan yang saya gunakan sederhana: tidak hanya belajar AI, tetapi menggunakan AI untuk menghasilkan sesuatu.
Beberapa hal yang sudah saya bangun.
Mulai dari website bisnis, landing page, company profile, website property, aplikasi sederhana, dashboard, hingga prototype produk digital.
Sebagian dibuat untuk kebutuhan bisnis. Sebagian untuk eksperimen. Sebagian untuk belajar. Dan sebagian digunakan sebagai studi kasus di Career Code Club.
Saya menikmati proses mengubah sebuah ide sederhana menjadi sesuatu yang bisa dilihat, digunakan, dan diuji.
Savoré
Bakery & kafe · contoh desainNostalgia
Butik thrift · contoh desainSahabat Anabul
Pet shop & grooming · contoh desainAdhigana Land
Property · contoh desainJelajah Nusantara
Open trip · contoh desainBikin Web
Landing pageCareer Code Club
Website komunitasKelas Bikin Aplikasi
Landing page pendaftaranTidak semuanya berupa website.
Saya juga bereksperimen membuat aplikasi sederhana, dashboard, tools internal, materi interaktif, dan berbagai prototype berbasis AI.
Tidak semua project harus menjadi produk besar.
Kadang sebuah aplikasi kecil yang menyelesaikan satu masalah dengan baik sudah punya nilai yang besar.
Cepat Cakep
Generator video & gambar AIGanbatte Nihongo
Latihan bahasa Jepang N5–N4Kelas versi Zoom
Landing page keduaDashboard rekrutmen
Kandidat & job order ke JepangE-course 25 modul
Bikin website dengan AI sampai liveDesain poster untuk Meta Ads.
Enam poster untuk kampanye kelas Jagoan Website. Pesannya satu, sudut pandangnya dibuat berbeda-beda — supaya bisa diuji mana yang paling menahan jempol di feed.






Tiga jam, satu kelas, satu aplikasi peserta jadi.
Kelas Career Code Club dibuat dengan pendekatan learning by building. Peserta tidak hanya mendengarkan teori atau melihat demo — mereka ikut membangun langsung menggunakan AI, mulai dari ide, prompting, pembuatan tampilan, sampai melihat hasil yang bisa mereka gunakan sendiri. Banyak yang datang tanpa background IT atau programming, dan tetap pulang membawa sesuatu yang sudah jadi.
- Datang membawa rasa penasaran. Pulang membawa sesuatu yang sudah jadi. Itu satu-satunya ukuran keberhasilan yang saya pakai untuk kelas ini.
- Bukan sekadar melihat orang lain membuatnya. Mereka membuatnya sendiri. Peserta yang mengetik dan memutuskan; saya dan tim yang memandu sampai jalan.
- “Saya bisa menggunakan AI.” → “Saya bisa menghasilkan sesuatu menggunakan AI.” Target saya bukan menghafal banyak tools — tools akan terus berubah. Yang dilatih: melihat masalah, memikirkan solusi, lalu menghasilkan sesuatu yang benar-benar bisa dipakai.
AI bukan tujuan. AI adalah leverage.
Orang yang memahami bisnis, konsumen, marketing, dan problem solving sekarang bisa mengeksekusi ide jauh lebih cepat. Sesuatu yang dulu membutuhkan banyak orang dan waktu kini bisa diuji lewat prototype dalam hitungan jam atau hari. Seberapa jauh satu orang bisa menghasilkan sesuatu dengan bantuan AI? Itu pertanyaan yang terus ingin saya eksplorasi.
Cerita dari mereka yang sudah mencoba.
Yang paling menarik bagi saya bukan berapa banyak tools yang berhasil diajarkan, tetapi ketika seseorang yang tadinya merasa “saya bukan orang IT” atau “saya tidak bisa bikin website” akhirnya melihat sesuatu yang mereka bangun sendiri. Kutipan berikut diambil apa adanya dari balasan WhatsApp peserta; sebagian ditampilkan tanpa nama.
Pada saat zoom saya hanya menyimak saja, penjelasan mudah diterima dan dipahami, banyak diskusinya jadi memudahkan. Setelah selesai zoom baru mencoba step by step — alhamdulillah sudah bisa jadi aplikasinya.
Yang kemarin sudah berhasil buat APK dan sudah dipasang di HP juga, sudah jalan lumayan ok. Cuma maklum saya nggak ada background IT.
Wah mantap materinya, diajarin buat aplikasi full praktek. Yang lebih enaknya lagi bisa tanya langsung saat dalam kelas, dan ada grup supportnya. Saya sebagai perusahaan jasa upload aplikasi dan branding aplikasi, sangat mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Alhamdulillah, setelah ikut zoom jadi paham step by step-nya buat aplikasi, sangat mudah. Sebelumnya pernah coba-coba sendiri hasilnya kurang memuaskan, tapi dengan panduan di zoom kemarin jadi lebih baik dan banyak trik baru yang saya pelajari.
Sangat membantu, mendapat banyak insight, banyak teman, menunggu program berikutnya.
Pekerjaan saya jauh lebih terbantu — dari administrasi dan surat-menyurat, penjadwalan karyawan dan laporan, sampai membuat aplikasi web data karyawan. Setelah belajar AI, saya lebih diperhatikan oleh atasan!
Setelah belajar AI, saya bisa lebih cepat mencari ide konten, membuat deskripsi produk, dan membalas pertanyaan pelanggan. Operasional usaha jadi lebih efisien dan promosi terasa lebih terarah.
AI membantu saya menyusun ide promosi dan konten edukasi yang lebih menarik. Saya jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus mengembangkan produk dan melayani pelanggan.
Punya ide yang ingin diwujudkan?
Saya terbuka untuk berdiskusi tentang AI, marketing, website, aplikasi, automation, digital product, workshop, maupun kolaborasi. Tidak harus langsung menjadi project besar — kadang semuanya dimulai dari satu percakapan sederhana.













